DISPLAY PICTURE PROMOSI

NIKMAT DARI ALLAH YANG TAK TERBATAS

NIKMAT DARI ALLAH YANG TAK TERBATAS
.
“Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) tersebut Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu. Dan Dia telah menundukkan (pula) matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah menundukkan malam dan siang begimu. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim 32-34)
.
Masya Allah, sungguh kuasa-Nya Engkau, mengatur, menundukkan dan memelihara semesta jagat ini. Dan semua diperuntukkan untuk hajat hidup mahlukNya. Maka nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan? Nilmat manakah yang bisa kita pungkiri?
.
Allah telah ciptakan alam semesta dengan milyaran hal yang menakjubkan. Tak terbatas karena tiada batas. Tak terhingga karena tiada hingga. Maka takjublah kita pada alam semesta ini, dan lebih takjublah lagi pada Dzat yang menciptakannya.
.
Allah ciptakan semesta untuk dijadikan tempat merenung, yaitu orang-orang yang mau berpikir. Merekalah yang akan memetik jutaan hikmah, karena atas titah Tuhan, alam tak pernah bosan memberi kebaikan untuk manusia.
.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”
.
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali imran 190-191).
.
Masya Allah, dengan merenung dan memikirkan nikmat Allah akan menghadirkan kesyukuran.
Rasa syukur itulah yang akan menjadi pengundang nikmat-nikmat lain.
Rasa syukur inilah yang akan menjadi penawar kesedihan hati.
Rasa syukur itulah yang akan mengantarkan seseorang kepada Pemberi nikmat yang hakiki
.
Karena tiada satu pun yang berhak menerima sembahan dan rasa syukur selain Allah SWT.

IBU.. ENGKAULAH PINTU SURGAKU..

IBU.. ENGKAULAH PINTU SURGAKU..
.
“Surga itu dibawah telapak kaki ibu.” (HR. Ahmad, an-Nasaai, Ibn Maajah dan al-Hakim)
Inilah hadits yang sangat luar biasa dan sarat makna.
Rasulullah mengibaratkan kemuliaan dan keindahan surga ada di bawah telapak kaki ibu. Maka sosok ibu bukanlah main-main!
.
Apa maksudnya? Mari kita selami kedalaman makna hadits ini,
.
“Surga itu dibawah telapak kaki ibu.”
Artinya patuh dan bakti pada ibu dan kedua orang tua (birrul walidain) adalah penyebab masuknya seseorang ke dalam surga yang tinggi. Al-Aamiri berkata bahwa ukuran dalam berbakti dan khidmah pada ibu itu bagaikan debu yang berada di bawah telapak kaki mereka. Maka kita harus mendahulukan dan mengutamakan mereka di atas yang lain
.
“Surga itu dibawah telapak kaki ibu.”
Artinya ridha dan restu ibu kepada anaknya adalah seharga surga. Siapa sih yang tidak ingin masuk surga? Maka jangan pernah berpikir untuk membuat ibu dan orang tua murka. Sebagaimana hadit nabi yang lain ”Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tu, dan murka Allah terletak pada kemurkaan keduanya.” (Riwayat Ath Thabarani).
.
“Surga itu dibawah telapak kaki ibu.”
Juga berarti, bahwa kasih sayang, cinta, pengorbanan dan semua keindahan yang telah diberikan oleh ibu laksana surga bagi anaknya.
Ibulah tempat kedamaian, ibulah tempat keteduhan dan kesejukan dan ibulah tempat penuh suka cita, penawar duka lara, penghalau keluh kesah.
.
Ya, Ibu kita adalah surga kita, di sanalah surga kita.
Padanya terlihat surga, darinya memancar surga, dan karenanya kan diraih surga.
.
Semoga Allah karuniakan kepada kita jalan untuk berbakti dengan sempurna kepada orang tua kita.
Karena Rasulullah telah mengabarkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah amalan yang paling disukai oleh Allah setelah shalat yang merupakan tiang-tiang agama islam. (HR.Bukhari dan Muslim)
.
Semoga Allah memasukkan kita kepada golongan orang-orang yang mendapat keridhaan orang tua, agar Allah pun meridhai kita. Dan keindahan surga dapat kita raih dari perkara ini. Aamiin..

arasyikids
ANUGERAH TERINDAH PARA PECINTA AL-QUR'AN

ANUGERAH TERINDAH PARA PECINTA AL-QUR'AN
.
Ayah Bunda,
Adanya Al-Qur’an adalah sebuah penghormatan bagi manusia, yang tidak bisa ditandingi oleh apapun.
Membaca Al-Qur’an adalah kemuliaan dan dengan kemuliaan itu Allah hendak memuliakan manusia.
.
Kemuliaan itu akan menjadi sempurna bila kita membacanya dengan penuh keikhlasan.
Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan seperti ini, mereka justru selalu berusaha untuk mendengarkannya dari bacaan manusia.
.
Maka yang wajib kita lakukan adalah mempelajari, memahami, mengahayati, mengamalkan dan mengajarkannya.
Sebagaimana hadits Nabi dari Dzun Nuraini, Usman bin Affan ra,
“Sebaik-baik kalian adalah yang mengkaji Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Allah janjikan kedudukan yang terhormat bagi para pencinta dan penghayat Al-Qur’an.
.
Bahkan mereka disebut-sebut sebagai keluarga Allah di bumi. Sebagaimana hadits Nabi,
“Sesungguhnya Allah swt mempunyai keluarga dari kalangan manusia.” Ada yang bertanya, “Mereka itu siapa ya Rasulullah?” Nabi bersabda, “Mereka adalah ahlul Qur’an, sebab mereka adalah ahlinya Allah yang paling istimewa.”(HR. Ibnu Majah).
.
Tentu siapa pun pasti iri dengan mereka yang terpilih. Mereka yang mendapat predikat keluarga Allah di bumi. Mereka yang telah menjadi sebaik-baik manusia. Rasa iri kepada mereka ini bahkan diperbolehkan Rasulullah,
“Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua orang: Orang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah, lalu dia melaksanakannya di tengah malam dan siang. Serta orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia menafkahkan di saat malam dan siang.” (HR Bukhari dan Muslim)
.
Menelaah, membaca dan mengamati berulang-ulang, kemudian merenungi makna-makna ayat, akan membuat kita merasakan manisnya Al-Qur’an. Bisyr bin As-Sura mengatakan, “Ayat al Quran itu bagaikan buah kurma, ketika dikunyah, maka ia akan mengeluarkan kemanisannya.”
.
Kenikmatan bercengkrama dengan Al-Qur’an itu ibarat candu. Bisa membuat ketagihan.
Mungkin kita pernah merasakan ketika kita telah menyelesaikan satu surat atau satu juz, tiba-tiba kita masih saja ingin menambahnya, melanjutkan bacaan yang lainnya, lagi dan lagi. Itulah kenikmatan yang dianugerahkan Allah kepada para pencinta Al-Qur’an.

arasyikids
HIJAB ADALAH PERISAI MUSLIMAH

HIJAB ADALAH PERISAI MUSLIMAH
.
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah di kenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al Ahzab 59)
.
Allah telah memerintahkan kepada Nabi untuk menyeru wanita-wanita mukmin agar mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Sebab dengan cara seperti ini akan membedakan mereka dari yang lain. Dengan kata lain hijab adalah identitas wanita muslimah, yang membuat mereka mudah dikenali.
.
Dan karena hijab itulah wanita muslimah akan lebih aman dan nyaman. Hijab menjaganya, hijab akan menjauhkannya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Maka hijab adalah perisai muslimah.
.
Berhijab adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan, ia bentuk penjagaan dan kasih sayang Allah kepada setiap muslimah. Hijab bukanlah kemauan atau pilihan, ia bentuk perintah Allah yang sejatinya memuliakan muslimah. Hijab adalah cara Allah untuk meninggikan derajat muslimah. Maka hijab adalah mahkota wanita muslimah.
.
Hijab bukanlah alasan untuk tidak bisa tampil cantik dan indah, ia justru membantu wanita menemukan keindahan yang sesungguhnya. Keindahan dalam balutan baju taqwa, keindahan yang terpancar dari hati yang taat atas perintah Tuhannya. Maka hijab adalah harga diri wanita.
.
"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian (hijab) untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi, pakaian taqwa (hijab) itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. " (Q.S Al-A'raf 26)
.
Memakai hijab harus yang sesuai syar'i, yaitu menutup dada dan tidak transparan. Selain itu juga diikuti dengan pemakaian busana yang longgar, tidak memperlihatkan aurat dan lekuk tubuh).
.
Mari berhijab, dan rasakan apa yang hijab berikan untuk kita.
Karena menghijabi tubuh bagian luar dengan sendirinya akan menghijabi yang di dalam.
Hijab akan mengajarkan pemakainya arti ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Rabbnya.
Hijab akan menuntun pemakainya ke jalan kebaikan yang diajarkan nabinya.
.
Mari berhijab, kan kita tuai kebaikan demi kebaikan

arasyikids
BUKAN KECANTIKAN YANG MEMBUAT ISTIMEWA TETAPI KETAQWAAN

BUKAN KECANTIKAN YANG MEMBUAT ISTIMEWA TETAPI KETAQWAAN
.
Taqwa adalah puncak tertinggi kenikmatan beribadah, sempurnanya Islam dan Iman dalam dada setiap hamba Allah. Beberapa pendapat mengartikan taqwa adalah rasa takut kepada Tuhannya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, dengan segenap cinta dan berharap ridla Allah SWT.
.
“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa. Dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berakal sehat” (QS. Al Baqarah 197)
.
Kenapa Allah memerintahkan kepada orang-orang berakal untuk bertaqwa?
Betapa kerennya si TAQWA ini, ia menjadi jaminan sebagai sebaik-baik bekal, bekal kita sebagai musafir di kehidupan dunia ini
.
Maka bergembiralah orang yang bertaqwa, ketaqwaannya menjadi bekal hidup di dunia. Menjadi penjamin kebahagian dunia dan akhirat. Usahlah ragu, jadikan ia sebaik-baik bekal. Bekal kita dalam kesendirian, bekal kita dalam keramaian. Bekal kita saat berpergian, bekal kita saat di rumah saja. Bekal kita saat gembira atau saat berduka. Bekal kita kapan pun dan di mana pun kita berada.
.
Maka bergembiralah orang yang bertaqwa. Ketaqwaan adalah penyebab dicintai Allah, “Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Ali-Imran 76)
.
Tak ada lagi yang diharapkan seoarng mukmin selain cintaNya. Karena saat cintaNya didapatkan, maka seluruh penduduk langitb pun akan mencintainya. Dan malaikat Jibril akan mengabarkan penduduk bumi unruk mencintainya pula.
.
Maka bergembiralah orang yang bertaqwa. Ketaqwaan akan menjadikannya istimewa dari yang lain, ia akan berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.
.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat 13)
.
Bukan harta benda, bukan nasab keturunan, bukan kecantikan dan bukan pula keilmuwan yang dimiliki seseorang yang membuatnya istimewa dan mulia. Tapi hanyalah ketaqwaan yang mengangkat derajatnya di sisi Allah.
.
Maka bergembiralah orang yang bertaqwa. Ketaqwaannya berhadiah husnul khatimah, akhir yang baik. “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al-Qashash 83).

arasyikids
MEMBUAT ALLAH CINTA KEPADA KITA

MEMBUAT ALLAH CINTA KEPADA KITA
.
“Dan tiadalah mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada menjalankan kewajibannya. Dan tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah nafilah hingga Aku mencintainya. Kalau aku sudah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengannya, dan Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan Aku menjadi tangannya yang ia pergunakan memukul, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya ia Kuberi. Dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya aku akan melindungi.” (HR. Bukhari)
.
Perumpamaan amalan wajib itu seperti saat kita membayar pajak atau hutang, yang memang harus kita bayar. Sedangkan amalan sunah itu seperti kita memberi hadiah yang dengan sukarela dan sukacita kita lakukan.
.
Apa yang kita inginkan saat memberikan hadiah kepada seseorang?
HmM.. pasti kita ingin menyenangkannya, membuatnya merasa diperhatikan dan membuatnya senang dengan kita bukan?
.
Begitulah saat kita menambah amalan-amalan wajib dengan amalan sunnah. Kita ingin membuat Allah senang, dan pada akhirnya Allah akan suka dan cinta kepada kita.
.
Selain untuk membuat Allah senang dan mencintai kita, amalan sunah itu juga disyariatkan untuk menyempurnakan ibadah-ibadah wajib kita.
Sebagaimana hadits riwayat Ibnu Majah, “Lihatlah, apakah di antara hamba-Ku ada orang yang melakukan amalan sunnah, sehingga dengan begitu sempurnalah ibadah fardlunya?”
Ini menjelaskan pada kita bahwa bertaqarrub kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah itu dilakukan setelah melakukan amalan fardlu. Bukan justru oleh orang yang meninggalkannya.
Ibnul Qayyim menyampaikan, “Mendekatkan diri kepada Allah swt melalui ibadah-ibadah sunnah setelah melakukan ibadah-ibadah fardlu itu, sesungguhnya akan sampai pada derajat dicintai setelah memperoleh derajat mencintai.”
.
Orang yang mencintai Allah adalah orang yang mendekatkan diri dengan ibadah-ibadah wajib.
Sedangkan orang yang dicintai Allah adalah orang yang mendekatkan diri dengan ibadah-ibadah sunah setelah melaksanakan ibadah wajib.